KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar Forum Diskusi Nasional bertajuk “Perikanan Indonesia di Era Transformasi Digital: Tantangan dan Peluang Pembangunan Berkelanjutan” pada Sabtu, 19 April 2026, di Aula Gedung Rektorat Kampus Baruga, Kendari. Kegiatan yang melibatkan berbagai organisasi mahasiswa ini hadir sebagai wujud komitmen civitas akademika dalam menghadirkan solusi konkret bagi pengembangan sektor perikanan nasional.
Acara yang diselenggarakan selama seharian penuh ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang profesional, mulai dari akademisi, praktisi perikanan, hingga pejabat pemerintah daerah. Kehadiran beragam pemangku kepentingan tersebut menunjukkan keseriusan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya mahasiswa Fakultas Perikanan, dalam memberikan kontribusi nyata bagi diskursus pembangunan perikanan Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif.
Latar Belakang Penyelenggaraan
Sebagai salah satu universitas di kawasan Sulawesi Tenggara, Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki tanggung jawab akademis dan sosial dalam mengembangkan wawasan mahasiswa mengenai isu-isu strategis sektor perikanan. Fakultas Perikanan, sebagai bagian integral dari institusi pendidikan ini, telah melahirkan ribuan lulusan yang tersebar di berbagai sektor industri perikanan, konservasi laut, dan pemerintahan.
Menurut data yang dihimpun dari Panitia Pelaksana, keputusan mengadakan forum diskusi ini lahir dari hasil rapat koordinasi BEM dan organisasi mahasiswa lainnya pada awal bulan April 2026. Isu pembangunan perikanan berkelanjutan dipilih sebagai tema utama mengingat relevansinya dengan kondisi geografis Sulawesi Tenggara yang merupakan salah satu sentra produksi perikanan nasional.
“Kami memilih tema ini karena mahasiswa Fakultas Perikanan harus memahami secara mendalam tantangan nyata yang dihadapi industri perikanan modern. Tidak cukup hanya mengandalkan teori di dalam kelas, mahasiswa perlu terlibat langsung dengan praktisi dan pengambil kebijakan,” ungkap Fitra Ramadhan, Ketua BEM Fakultas Perikanan periode 2025-2026, dalam wawancara dengan media pada hari Jumat, 18 April 2026.
Persiapan dan Koordinasi
Persiapan forum diskusi ini melibatkan sedikitnya 40 mahasiswa dari berbagai organisasi, termasuk BEM, Himpunan Mahasiswa Program Studi Perikanan (HMPS Perikanan), Forum Kapal Putra Nelayan (FKPN), dan beberapa unit kegiatan mahasiswa lainnya. Panitia dibagi ke dalam beberapa divisi, mencakup divisi acara, konsumsi, publikasi, keamanan, dan dokumentasi.
Koordinasi intensif dilakukan dengan pihak rektorat, dekanat Fakultas Perikanan, serta berbagai instansi eksternal termasuk Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Tenggara, Badan Karantina Ikan, dan asosiasi nelayan lokal. Proses kurasi narasumber sendiri memakan waktu dua minggu penuh, dengan mempertimbangkan keseimbangan perspektif antara akademis, praktisi, dan regulator.
“Kami sangat apresiatif terhadap inisiatif mahasiswa ini. Sebagai institusi pendidikan tinggi, kami percaya bahwa mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang mampu mengidentifikasi masalah dan menawarkan solusi inovatif,” jelas Dr. Ir. H. Awaluddin Saleh, M.T., Dekan Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan resminya pada saat pembukaan forum.
Pelaksanaan Forum dan Materi Diskusi
Forum diskusi dibuka secara resmi pada pukul 08.30 pagi dengan rangkaian acara pembukaan yang meliputi doa, himbauan keselamatan, dan sambutan dari pihak kampus. Hadirin yang memenuhi aula mencakai sekitar 300-350 peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen, praktisi, dan undangan khusus dari instansi pemerintah.
Sesi pertama dipandu oleh Dr. Muhammad Rizal, M.Si., seorang dosen senior Fakultas Perikanan, dengan mengangkat topik “Transformasi Digital dalam Industri Perikanan Modern.” Dalam presentasinya, Dr. Rizal menguraikan bagaimana teknologi digitalisasi telah mengubah cara penangkapan ikan, pengolahan hasil perikanan, hingga pemasaran. Beliau menyampaikan bahwa dengan adopsi teknologi IoT (Internet of Things) dan big data analytics, efisiensi operasional nelayan dapat meningkat hingga 40 persen.
“Revolusi digital telah tiba di sektor perikanan, dan mahasiswa kita harus siap menjadi pioneer dalam implementasi teknologi tersebut. Namun, kami juga harus memastikan teknologi ini digunakan untuk memberdayakan nelayan kecil, bukan justru meminggirkan mereka,” terang Dr. Rizal dalam sesi tanya jawab.
Sesi kedua menghadirkan Bapak Drs. H. Hasanudin Kasim, M.M., Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Tenggara. Beliau memaparkan kebijakan dan program-program pemerintah dalam mendukung pengembangan perikanan berkelanjutan di tingkat provinsi. Berbagai inisiatif seperti Program Pemberdayaan Usaha Mikro Perikanan (PPUMP), Kelompok Kerja Konservasi Laut, dan Sertifikasi Perikanan Berkelanjutan menjadi fokus pembahasan.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sangat komitmen untuk menjadikan sektor perikanan sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Namun, kesuksesan ini juga membutuhkan kontribusi aktif dari generasi muda, termasuk mahasiswa lulusan Universitas Muhammadiyah Kendari. Kami mengharapkan kalian bukan hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja dan inovator di bidang perikanan,” pesan Bapak Hasanudin dalam kesempatan tersebut.
Sesi ketiga menampilkan perspektif dari praktisi sektor swasta, yakni Ibu Dr. Siti Rahayu Nurdin, General Manager PT. Selat Emas Perikanan Indonesia, perusahaan pengolahan hasil perikanan terkemuka di Kendari. Ibu Siti berbagi pengalaman tentang tantangan supply chain perikanan, kebutuhan SDM berkualitas, dan peluang bisnis yang masih terbuka lebar di sektor ini.
“Dalam lima tahun terakhir, kami telah merekrut lebih dari 100 lulusan Universitas Muhammadiyah Kendari. Mereka terbukti memiliki kualitas yang baik, tetapi masih perlu peningkatan dalam hal soft skills, khususnya kemampuan komunikasi dan kepemimpinan. Saya berharap program akademik terus disesuaikan dengan kebutuhan industri,” ungkap Ibu Siti.
Partisipasi Aktif Mahasiswa dan Organisasi
Salah satu keunggulan dari forum ini adalah tingginya partisipasi aktif mahasiswa dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan kritis dan konstruktif diajukan oleh peserta, mencerminkan tingkat pemahaman dan ketertarikan yang cukup mendalam terhadap isu-isu pembangunan perikanan.
Dari HMPS Perikanan, mahasiswa tahun ketiga bernama Rahmat Syaiful menyampaikan pertanyaan mengenai strategi adaptasi nelayan kecil terhadap dampak perubahan iklim. Sementara itu, dari unit kegiatan mahasiswa bidang lingkungan, seorang mahasiswi bernama Nur Azizah mengajukan diskusi tentang pentingnya ekosistem laut dalam keberlanjutan jangka panjang sektor perikanan.
Dua pertanyaan tersebut mendapat respons positif dari seluruh narasumber, dengan menekankan pentingnya pendekatan holistik yang mengintegrasikan dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam kebijakan perikanan.
Dampak dan Harapan Ke Depan
Setelah forum diskusi selesai pada pukul 17.00 sore, panitia penyelenggaraan langsung melakukan evaluasi. Dari data kuesioner yang dibagikan kepada peserta, tingkat kepuasan mencapai 87 persen, dengan rata-rata skor 8,5 dari skala 10. Peserta secara umum menyukai format interaktif, kualitas narasumber, dan relevansi materi dengan kondisi lokal.
Prof. Dr. Bambang Irawan, M.Sc., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam pertemuan dengan panitia dan pimpinan organisasi mahasiswa pada hari Senin, 21 April 2026, mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan forum dan memberikan masukan agar kegiatan serupa dapat menjadi program rutin tahunan.
“Saya sangat bangga melihat mahasiswa kami menunjukkan inisiatif dan tanggung jawab sosial yang tinggi. Forum seperti ini tidak hanya memberikan wawasan bagi peserta, tetapi juga membangun jaringan kolaborasi yang berharga antara akademisi, industri, dan pemerintah. Kami akan mendorong agar kegiatan ini terus berkembang dan melibatkan lebih banyak stakeholder di tahun-tahun mendatang,” ujar Prof. Bambang.
Fitra Ramadhan, selaku ketua panitia, juga menyampaikan rencana tindak lanjut dari forum tersebut. Menurut beliau, BEM akan menyusun rekomendasi hasil diskusi yang akan disampaikan kepada pihak rektorat, dekanat, dan berbagai instansi terkait. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam perumusan kebijakan atau program pengembangan perikanan berkelanjutan di tingkat lokal dan nasional.
“Kami juga sedang mempersiapkan publikasi komprehensif mengenai hasil forum ini, baik dalam bentuk jurnal mahasiswa maupun artikel populer. Tujuannya agar pengetahuan dan insight yang telah dikumpulkan dapat didiseminasikan lebih luas kepada masyarakat luas,” jelas Fitra.
Kesimpulan
Forum Diskusi Nasional yang diselenggarakan oleh BEM dan organisasi mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Kendari pada 19 April 2026 merupakan salah satu inisiatif penting dalam mewujudkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperdalam pemahaman akademis, tetapi juga membangun jaringan profesional dan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor perikanan nasional.
Keberhasilan penyelenggaraan forum ini menjadi bukti bahwa civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya generasi mahasiswa, memiliki kapasitas dan komitmen untuk berkontribusi aktif dalam diskursus pembangunan berkelanjutan. Dengan dukungan terus-menerus dari pimpinan kampus dan kemitraan yang kuat dengan berbagai stakeholder, diharapkan inisiatif serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi momentum penting dalam transformasi sektor perikanan Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing global.
—
Kendari, 22 April 2026
Reporter: Tim Jurnalis Kampus