KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan lulusan berkualitas tinggi. Kali ini, prestasi gemilang datang dari Fakultas Perikanan yang berhasil membawa pulang penghargaan juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Akuakultur Berkelanjutan tingkat nasional, yang diselenggarakan pada 15-17 April 2026 di Jakarta. Pencapaian luar biasa ini melibatkan mahasiswa berprestasi dari program studi Budidaya Perairan yang berhasil mengalahkan lebih dari 50 tim dari universitas-universitas terkemuka di seluruh Indonesia.
Tim yang terdiri dari lima mahasiswa yaitu Muhammad Rizal Pratama (Semester VII), Siti Nurhaliza (Semester VI), Andri Wijaya (Semester VII), Farah Dini Kartikasari (Semester VI), dan Dwi Cahyo Nugroho (Semester VIII) berhasil mempresentsikan inovasi mereka berjudul “Sistem Bioflok Terintegrasi dengan Teknologi IoT untuk Optimalisasi Produksi Ikan Nila Organik di Lahan Terbatas.” Inovasi tersebut menarik perhatian juri yang terdiri dari para ahli akuakultur dari berbagai institusi penelitian nasional dan internasional.
Perjalanan menuju prestasi nasional ini bukanlah hal yang mudah. Tim mahasiswa Fakultas Perikanan Unismuh Kendari telah melalui proses riset intensif selama enam bulan berturut-turut dengan didampingi oleh dosen pembimbing dari institusi mereka. Penelitian dimulai sejak Oktober 2025 dengan mengidentifikasi permasalahan utama dalam industri akuakultur Indonesia yang masih bergantung pada metode konvensional dan kurang berkelanjutan.
“Kami melihat bahwa banyak petani ikan di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara, masih menggunakan metode tradisional yang tidak efisien dan berdampak negatif terhadap lingkungan. Kami ingin menciptakan solusi yang tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga ramah lingkungan dan bisa diaplikasikan oleh petani dengan keterbatasan lahan,” ujar Muhammad Rizal Pratama, ketua tim pemenang, dalam wawancara eksklusif pada Kamis (17/4/2026) di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari.
Inovasi yang mereka tawarkan menggabungkan dua teknologi utama: sistem bioflok dan Internet of Things (IoT). Sistem bioflok adalah teknik budidaya ikan yang memanfaatkan bakteri baik untuk mengubah limbah menjadi protein bergizi yang dapat dimakan ikan, sehingga mengurangi kebutuhan pakan buatan hingga 60 persen. Sementara itu, teknologi IoT yang mereka integrasikan memungkinkan pemantauan real-time terhadap parameter air seperti suhu, pH, kekeruhan, dan kadar oksigen terlarut melalui aplikasi smartphone.
“Sistem ini dirancang khusus untuk petani ikan skala kecil dan menengah yang tidak memiliki akses ke teknologi canggih atau memiliki lahan yang terbatas di area urban. Dengan investasi awal yang terjangkau, petani bisa mendapatkan hasil panen yang berkualitas tinggi dengan lebih sering, bahkan dalam skala mikro sekalipun,” tambah Siti Nurhaliza, anggota tim yang mengkhususkan diri pada aspek teknologi sensor.
Prototipe sistem ini telah diuji coba di Laboratorium Akuakultur Fakultas Perikanan Unismuh Kendari dengan hasil yang sangat memuaskan. Dalam uji coba selama tiga bulan, sistem berhasil menghasilkan ikan nila dengan bobot rata-rata 500 gram dalam waktu 90 hari, lebih cepat 15 persen dibandingkan dengan metode konvensional yang biasa dilakukan petani lokal. Selain itu, efisiensi penggunaan air meningkat drastis karena sistem bioflok mengurangi kebutuhan pergantian air sebesar 70 persen.
Kompetisi Inovasi Akuakultur Berkelanjutan 2026 merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI bekerjasama dengan Asosiasi Akuakultur Indonesia dan beberapa universitas terkemuka. Dalam tahun ini, kompetisi menghadirkan standar penilaian yang sangat ketat, mencakup aspek inovasi teknologi, kelayakan ekonomi, dampak sosial, dan keberlanjutan lingkungan.
Dari 52 tim yang mendaftar, hanya 15 tim yang lolos ke babak presentasi akhir di Jakarta. Setiap tim diberikan waktu 20 menit untuk mempresentasikan inovasi mereka di hadapan juri dan publik, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab yang cukup intens. Tim dari Unismuh Kendari berhasil melewati semua tahap dengan skor tertinggi, yaitu 92 dari 100.
“Juri sangat terkesan dengan pendekatan holistik yang ditunjukkan oleh tim Universitas Muhammadiyah Kendari. Mereka tidak hanya menawarkan solusi teknologi, tetapi juga mempertimbangkan aspek ekonomi petani, pelatihan yang diperlukan, dan strategi pemasaran produk akhir. Hal ini menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap ekosistem industri akuakultur nasional,” komentar Dr. Bambang Sutrisno, Ketua Juri Kompetisi, dalam sambutan penutupan acara.
Pencapaian tim mahasiswa Fakultas Perikanan ini telah mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan universitas. Prof. Dr. H. Muhammad Zainal Arifin, M.Ag., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, menyatakan bangga atas prestasi yang telah diraih.
“Ini adalah bukti nyata dari komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan pendidikan berkualitas tinggi yang berorientasi pada inovasi dan pemecahan masalah nyata di masyarakat. Mahasiswa-mahasiswa kami tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam penelitian dan pengembangan solusi praktis untuk industri perikanan Indonesia,” ujar Prof. Zainal Arifin dalam konferensi pers yang digelar di Rektorat pada hari Kamis sore.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa pencapaian ini akan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada kemajuan bangsa. “Kami juga akan memberikan dukungan penuh untuk mengkomersialkan inovasi ini agar tidak hanya menjadi karya akademis, tetapi benar-benar bisa memberikan manfaat nyata kepada petani ikan di Indonesia,” lanjut Rektor.
Dekan Fakultas Perikanan, Dr. Ir. Hasanuddin M.Sc., turut mengemukakan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Menurut beliau, prestasi tim mahasiswa ini mencerminkan kualitas program akademik dan dukungan infrastruktur penelitian yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
“Fakultas Perikanan Unismuh Kendari memiliki komitmen untuk menjadi pusat pengembangan inovasi di bidang perikanan tangkap dan budidaya perairan. Prestasi mahasiswa kami di tingkat nasional ini adalah langkah awal menuju visi besar kami menjadi fakultas yang dikenal tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” kata Dr. Hasanuddin dalam wawancara terpisah.
Dosen pembimbing tim, Dr. Samsul Hadi, S.Pi., M.Si., mengungkapkan bahwa proses bimbingan selama enam bulan penuh dengan tantangan, namun dedikasi dan kerja keras tim mahasiswa membuat semua menjadi mungkin. “Saya sangat terharu melihat komitmen dan disiplin kelima mahasiswa ini dalam menjalankan penelitian. Mereka rela datang ke laboratorium di pagi hari sebelum kelas dimulai dan sering bekerja hingga sore hari untuk memastikan setiap detail inovasi mereka sempurna,” cerita Dr. Samsul dengan mata berbinar.
Selain penghargaan prestise sebagai Juara Pertama, tim mahasiswa Unismuh Kendari juga menerima hadiah total sebesar Rp 75 juta rupiah, sebuah piala bergilir, dan sertifikat penghargaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Lebih penting lagi, mereka mendapatkan kesempatan untuk melakukan presentasi di forum internasional Asian Aquaculture Forum 2027 yang akan diselenggarakan di Bali.
Bagi kelima mahasiswa pemenang, pencapaian ini bukan merupakan puncak dari perjalanan mereka. Muhammad Rizal Pratama mengungkapkan bahwa timnya sedang merencanakan untuk melanjutkan penelitian dengan fase kedua yang akan fokus pada aspek pemasaran dan diseminasi teknologi kepada petani ikan di Sulawesi Tenggara.
“Target kami adalah tahun depan sudah bisa membantu minimal 10 kelompok tani ikan untuk mengadopsi sistem inovasi kami. Kami juga ingin membuat pelatihan gratis agar petani kami bisa mengoperasikan teknologi IoT ini dengan mudah,” jelas Rizal dengan semangat yang membara.
Prestasi mahasiswa Fakultas Perikanan Unismuh Kendari ini juga membawa dampak positif bagi universitas dalam hal reputasi dan citra institusi. Pencapaian ini akan memperkuat posisi Unismuh Kendari sebagai universitas yang tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga pada penelitian dan inovasi yang memberikan dampak nyata.
Untuk konteks yang lebih luas, pencapaian tim mahasiswa ini menunjukkan potensi besar dari generasi muda Indonesia dalam berkontribusi pada solusi tantangan pembangunan nasional, khususnya di sektor perikanan yang merupakan salah satu sektor strategis Indonesia dengan potensi ekonomi yang sangat besar.
Menjelang akhir tahun akademik 2025/2026 ini, Universitas Muhammadiyah Kendari terus melakukan upaya untuk menciptakan ekosistem inovasi yang kondusif. Rencana ke depan mencakup pembangunan inkubator bisnis perikanan, fasilitas penelitian yang lebih baik, dan kerjasama dengan industri dan pemerintah lokal untuk mendukung komersiali sasi inovasi mahasiswa.
Dengan prestasi yang telah diraih, tim mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan bahwa inovasi dan semangat juara bisa lahir dari universitas di daerah dan tidak hanya monopoli universitas-universitas besar di pusat. Mereka adalah inspirasi bagi generasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi, berkarya, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia.
—
Statistik Pencapaian:
– Juara: Kompetisi Inovasi Akuakultur Berkelanjutan 2026 (Tingkat Nasional)
– Peserta: 52 tim dari universitas di seluruh Indonesia
– Peserta Final: 15 tim
– Skor Juri: 92/100
– Hadiah Uang Tunai: Rp 75.000.000
– Durasi Penelitian: 6 bulan (Oktober 2025 – April 2026)
– Lama Uji Prototipe: 3 bulan
– Peningkatan Kecepatan Panen: 15%
– Pengurangan Penggunaan Air: 70%
– Pengurangan Pakan Buatan: 60%
Artikel ini merupakan dokumentasi prestasi gemilang yang menunjukkan dedikasi mahasiswa, dosen, dan institusi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan inovasi berkelanjutan untuk kemajuan industri perikanan Indonesia.