Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Perikanan, kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan inovasi penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Tim peneliti yang terdiri dari dosen dan mahasiswa berhasil mengembangkan teknologi budidaya rumput laut berkelanjutan yang diproyeksikan dapat meningkatkan produktivitas hingga 40 persen dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi nelayan Sulawesi Tenggara.
Penelitian yang dimulai sejak Januari 2025 ini diresmikan hasil awalnya pada Rabu, 03 April 2026, melalui serangkaian acara presentasi ilmiah dan demonstrasi lapangan di pesisir Kendari. Proyek yang dinamis dan komprehensif ini merupakan kolaborasi strategis antara Fakultas Perikanan Unismuh Kendari dengan kelompok nelayan lokal dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara.
Latar Belakang: Tantangan Industri Perikanan di Kendari
Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari, dikenal sebagai salah satu pusat produksi rumput laut terbesar di Indonesia. Namun, industri ini menghadapi berbagai tantangan struktural yang mempengaruhi keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Produktivitas rumput laut masih relatif rendah dibandingkan dengan standar internasional, dan banyak nelayan kecil yang kesulitan mengakses teknologi modern serta informasi teknis yang akurat.
Menurut data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara, produksi rumput laut di kawasan ini mencapai lebih dari 600 ribu ton per tahun, namun sebagian besar masih menggunakan metode tradisional. Kualitas produk pun bervariasi, sehingga harga jual di pasar internasional tidak optimal. Selain itu, degradasi lingkungan laut akibat praktik budidaya yang tidak ramah lingkungan menjadi isu yang semakin urgent untuk ditangani.
Melihat situasi tersebut, Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Kendari mengidentifikasi kebutuhan untuk mengembangkan solusi penelitian yang tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Inisiatif ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang telah diadopsi oleh Indonesia.
Tim Peneliti dan Metodologi Penelitian
Tim peneliti yang terlibat dalam proyek ini diketuai oleh Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Sc., seorang dosen senior dengan spesialisasi di bidang budidaya organisme akuatik. Beliau didampingi oleh tiga dosen lainnya: Dr. Siti Nurhasanah (akuakultur berkelanjutan), Ir. Ahmad Wijaya, M.Sc. (teknologi penanganan hasil perikanan), dan Dr. Wahyu Eka Pratama (ekonomi kelautan).
Selain dosen, penelitian ini juga melibatkan 15 mahasiswa program studi Budidaya Perairan dan Teknologi Hasil Perikanan, baik dari jenjang sarjana maupun magister. Mahasiswa-mahasiswa tersebut tidak hanya menjadi asisten penelitian, tetapi juga berkontribusi aktif dalam mengembangkan ide-ide inovatif dan melakukan pengumpulan data lapangan.
Metodologi penelitian yang diterapkan adalah pendekatan mixed-methods, menggabungkan eksperimen laboratorium, uji coba lapangan, serta penelitian kualitatif untuk memahami perspektif nelayan lokal. Tim melakukan survei terhadap 120 kelompok nelayan rumput laut, mengambil sampel air dan biota laut secara berkala, serta melakukan focus group discussion (FGD) dengan berbagai pemangku kepentingan.
Penelitian berfokus pada tiga aspek utama: (1) pengembangan varietas rumput laut unggul yang tahan terhadap penyakit dan kondisi lingkungan ekstrem, (2) optimalisasi teknik budidaya menggunakan sistem long-line modern dengan material ramah lingkungan, dan (3) peningkatan kapasitas nelayan melalui pelatihan teknis dan manajemen usaha.
Hasil Penelitian dan Inovasi Teknologi
Hasil penelitian yang telah dicapai menunjukkan pencapaian yang sangat menjanjikan. Tim peneliti berhasil mengidentifikasi dan mengembangkan tiga varietas rumput laut lokal yang memiliki tingkat pertumbuhan lebih cepat dan lebih tahan terhadap penyakit. Varietas-varietas ini, yang diberi nama “Gracilaria Kendari-01”, “Eucheuma Kendari-02”, dan “Sargassum Kendari-03”, telah diuji secara ekstensif di laut selama enam bulan dengan hasil yang konsisten.
“Kami menemukan bahwa dengan menggunakan varietas lokal yang telah kami seleksi dan teknik budidaya yang tepat, produktivitas rumput laut dapat ditingkatkan dari rata-rata 15 ton per hektar per tahun menjadi 21 ton per hektar per tahun. Ini adalah peningkatan sebesar 40 persen yang signifikan,” ungkap Dr. Bambang Sutrisno dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Aula Serba Guna Fakultas Perikanan, Rabu pagi (03/04/2026).
Inovasi teknologi lain yang dikembangkan adalah sistem long-line modular berbahan ramah lingkungan. Sistem ini dirancang untuk mengurangi polusi plastik dan memudahkan pemeliharaan serta pemanenan. Dengan menggunakan material biodegradable dan desain yang dapat disesuaikan dengan kondisi lokal, sistem ini telah diuji pada 10 lokasi budidaya di perairan Kendari dan sekitarnya.
“Teknologi ini tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga mengurangi biaya operasional nelayan hingga 25 persen karena durabilitas yang lebih baik dan kemudahan dalam perawatan. Kami juga menyediakan panduan teknis yang mudah dipahami dalam bahasa lokal,” jelas Ir. Ahmad Wijaya, salah satu anggota tim peneliti.
Aspek ketiga yang tidak kalah penting adalah pengembangan model bisnis berkelanjutan untuk petani rumput laut. Tim peneliti merancang program pembinaan yang mencakup pelatihan teknis budidaya, diversifikasi produk (seperti pembuatan karaginan dan alginat dari rumput laut), serta strategi pemasaran digital. Hingga saat ini, 45 nelayan dari lima kelompok usaha telah mengikuti program pelatihan intensif selama tiga bulan.
Testimoni dan Respons Pemangku Kepentingan
Respons dari berbagai pihak terhadap penelitian ini sangat positif. Kepala Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Hendra Gunawan, M.Eng., menyatakan bahwa penelitian ini mencerminkan visi fakultas untuk menjadi pusat kajian kelautan dan perikanan yang terdepan di kawasan Asia Tenggara.
“Penelitian yang telah dilakukan oleh dosen dan mahasiswa kami menunjukkan dedikasi tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga solusi praktis yang dapat langsung diimplementasikan oleh nelayan. Ini adalah wujud nyata dari komitmen Unismuh Kendari terhadap pemberdayaan masyarakat lokal,” ujar Prof. Hendra dalam acara peresmian penelitian.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Taufiq Rahman, M.Sc., sangat mengapresiasi kolaborasi ini. “Pemerintah daerah sangat mendukung inisiatif universitas untuk mengembangkan teknologi pertanian kelautan yang berkelanjutan. Kami akan berusaha mengintegrasikan hasil penelitian ini ke dalam program pemerintah dan memfasilitasi distribusi teknologi kepada nelayan-nelayan di seluruh Sulawesi Tenggara,” katanya dalam kesempatan yang sama.
Dari pihak nelayan, respons juga sangat antusias. Pak Syaiful, ketua Kelompok Nelayan Rumput Laut “Bahari Jaya” yang menjadi salah satu lokasi penelitian, berbagi pengalamannya: “Sebelum program ini, kami kesulitan dalam mengatasi penyakit pada rumput laut kami. Berkat bimbingan dari tim peneliti Unismuh Kendari, kami belajar teknik budidaya yang lebih baik dan sekarang hasil panen kami meningkat signifikan. Bahkan, harga jual rumput laut kami juga lebih baik karena kualitasnya meningkat. Kami sangat berterima kasih kepada universitas.”
Mahasiswa-mahasiswa yang terlibat juga menceritakan pengalaman berharga mereka. Siti Nurhaliza, mahasiswa semester tiga Program Studi Budidaya Perairan, mengatakan: “Penelitian ini memberikan kami pengalaman langsung di lapangan yang tidak bisa didapatkan hanya dari kuliah. Kami belajar tidak hanya tentang teori ilmiah, tetapi juga bagaimana bekerja sama dengan masyarakat dan memahami realitas sosial ekonomi mereka. Ini sangat berharga untuk persiapan karir kami di masa depan.”
Dampak dan Proyeksi Ke Depan
Dampak penelitian ini diproyeksikan akan terasa dalam beberapa dimensi. Secara ekonomi, peningkatan produktivitas rumput laut akan meningkatkan pendapatan nelayan dan secara agregat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan asumsi produksi rumput laut di Sulawesi Tenggara sebesar 600 ribu ton per tahun, peningkatan 40 persen dapat menghasilkan tambahan 240 ribu ton per tahun, yang bernilai ratusan miliar rupiah.
Secara lingkungan, teknologi berkelanjutan yang dikembangkan akan membantu menjaga ekosistem laut dan mengurangi dampak negatif dari praktik budidaya tradisional. Dengan sistem long-line berbahan ramah lingkungan dan varietas yang lebih tahan penyakit, diharapkan dapat mengurangi penggunaan bahan kimia dan polusi plastik di kawasan pesisir.
Secara sosial, program pembinaan dan pelatihan yang dirancang akan meningkatkan kapasitas nelayan dan memberdayakan mereka untuk mengadopsi teknologi baru. Hal ini juga dapat menciptakan lapangan kerja baru, khususnya di sektor pengolahan hasil perikanan dan pemasaran digital.
Tim peneliti telah merencanakan fase lanjutan penelitian ini. “Kami akan memperluas uji coba ke 50 lokasi budidaya di seluruh Sulawesi Tenggara dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Kami juga akan mengembangkan panduan dan pelatihan yang lebih terstruktur, serta mendokumentasikan best practices yang dapat direplikasi di daerah lain. Selain itu, kami akan mengajukan proposal untuk pendanaan penelitian yang lebih besar kepada kemenristekdikti dan organisasi internasional,” jelas Dr. Bambang Sutrisno.
Penelitian ini juga telah menghasilkan beberapa publikasi ilmiah. Tiga artikel telah diterbitkan di jurnal nasional terakreditasi, dan saat ini sedang dalam proses penyusunan tiga artikel lagi untuk jurnal internasional. Tim juga sedang mempersiapkan paten untuk teknologi sistem long-line yang telah dikembangkan.
Komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Sulaiman Ibrahim, M.M., menggarisbawahi komitmen institusi terhadap penelitian dan pengembangan teknologi. “Universitas Muhammadiyah Kendari percaya bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk menciptakan inovasi yang berdampak pada kemajuan masyarakat. Penelitian yang kami lakukan di Fakultas Perikanan adalah contoh konkret dari misi tersebut. Kami akan terus meningkatkan alokasi dana untuk penelitian dan memberikan dukungan penuh kepada dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide inovatif mereka,” ujar Rektor Sulaiman dalam sambutan pembukaannya.
Penutup
Penelitian inovatif yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat menjadi katalis perubahan sosial dan ekonomi yang positif. Melalui kombinasi riset yang ketat, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, dan komitmen terhadap keberlanjutan, tim peneliti telah menghasilkan solusi praktis yang dapat meningkatkan kehidupan nelayan dan menjaga kelestarian lingkungan laut.
Dengan terus mengembangkan inovasi-inovasi serupa, Universitas Muhammadiyah Kendari semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang relevan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Semoga penelitian ini menjadi awal dari berbagai inisiatif penelitian lain yang akan membawa dampak positif bagi pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara keseluruhan.
—
Penulis: Tim Jurnalisme Kampus
Redaksi: Kantor Humas dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Kendari
Kendari, 03 April 2026