Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari mencatat sejarah baru dalam perjalanan institusionalnya dengan meraih status akreditasi unggul untuk Program Studi Perikanan. Pencapaian signifikan ini diumumkan secara resmi pada Jumat (13 April 2026) melalui konferensi pers yang digelar di Gedung Rektorat Kampus Baruga, Kendari. Akreditasi dengan rating tertinggi ini membuktikan dedikasi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam meningkatkan standar mutu pendidikan tinggi, khususnya dalam bidang perikanan yang strategis bagi pembangunan ekonomi maritim Sulawesi Tenggara.
Latar Belakang: Perjalanan Menuju Akreditasi Unggul
Universitas Muhammadiyah Kendari, yang telah berdiri sejak 1984, memiliki keunggulan kompetitif sebagai institusi pendidikan yang berada di garis depan pengembangan sumber daya kelautan. Terletak di Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara dengan potensi laut yang luar biasa, Fakultas Perikanan menjadi bagian integral dari visi universitas untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi kelautan nasional.
Perjalanan menuju akreditasi unggul dimulai sejak tahun 2021 ketika Universitas Muhammadiyah Kendari meluncurkan program peningkatan mutu komprehensif. Dalam empat tahun terakhir, Fakultas Perikanan telah melakukan transformasi mendasar di berbagai lini, mulai dari pengembangan kurikulum berbasis kompetensi internasional, peningkatan kapasitas dosen, modernisasi infrastruktur laboratorium, hingga penguatan kerja sama dengan industri perikanan dan lembaga penelitian terkemuka.
“Akreditasi unggul ini bukan hanya sekadar pencapaian administratif, melainkan pengakuan atas kerja keras seluruh civitas akademika Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Kendari selama bertahun-tahun,” ungkap Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.Sc., dalam pembukaan konferensi pers pada Jumat pagi yang ramai dihadiri oleh media massa lokal dan regional.
Standar Akreditasi dan Komponen Penilaian
Akreditasi unggul diberikan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) berdasarkan penilaian terhadap delapan standar utama. Untuk Program Studi Perikanan Universitas Muhammadiyah Kendari, evaluasi mencakup visi, misi, dan tujuan; tata kelola dan kerjasama; mahasiswa dan lulusan; dosen dan tenaga kependidikan; keuangan, sarana dan prasarana; pendidikan; penelitian; serta pengabdian kepada masyarakat.
Dalam dokumen evaluasi resmi yang diterima universitas, assessor BAN-PT memberikan apresiasi tinggi terhadap standar pendidikan yang diterapkan Program Studi Perikanan. Khususnya, keunggulan ditunjukkan dalam hal relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri perikanan modern, kompetensi dosen yang terakreditasi internasional, serta fasilitas laboratorium yang mendukung pembelajaran praktis berkualitas tinggi.
Dekan Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Suwardi, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa pencapaian akreditasi unggul mencerminkan sinergi kuat antara akademisi, mahasiswa, dan mitra industri. “Kami bangga karena dalam penilaian BAN-PT, Program Studi Perikanan kami masuk dalam kategori tertinggi dengan skor 397 dari 400 poin. Ini membuktikan bahwa investasi kami dalam peningkatan mutu, baik dari aspek akademik maupun infrastruktur, telah membuahkan hasil maksimal,” kata Dekan Suwardi dengan antusias.
Transformasi Akademik dan Infrastruktur
Keberhasilan meraih akreditasi unggul didorong oleh serangkaian transformasi strategis yang dilakukan Fakultas Perikanan secara sistematis. Pertama, pada aspek kurikulum, program studi telah merancang ulang struktur mata kuliah agar lebih responsif terhadap perkembangan industri perikanan global. Kurikulum berbasis kompetensi ini mengintegrasikan pembelajaran teori dengan praktik langsung, termasuk penerapan teknologi akuakultur modern, manajemen perikanan berkelanjutan, dan pemrosesan hasil perikanan.
Kedua, dalam hal pengembangan dosen, Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan dana signifikan untuk program pengembangan profesional. Sebanyak 78 persen dosen Fakultas Perikanan telah menyelesaikan studi lanjut ke tingkat magister, sementara 32 persen telah meraih gelar doktor dari berbagai universitas terkemuka, baik dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, 45 dosen telah tersertifikasi secara internasional dalam bidang keahlian perikanan mereka masing-masing.
Ketiga, investasi infrastruktur mencakup pembangunan Laboratorium Akuakultur Modern yang dilengkapi dengan sistem kontrol otomatis dan teknologi monitoring real-time, Laboratorium Mikrobiologi Laut dengan peralatan PCR dan genomic sequencing, serta Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan yang menerapan standar food safety internasional. Investasi ini mencapai 4,5 miliar rupiah dalam tiga tahun terakhir, didukung oleh anggaran universitas dan dukungan dari kemitraan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.
“Tidak ada akreditasi yang bisa dicapai tanpa infrastruktur pendukung. Kami memahami bahwa mahasiswa perikanan memerlukan praktik langsung, bukan hanya teori di kelas. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk menyediakan laboratorium dan fasilitas yang setara dengan standar internasional,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Arifin Syaiful, M.Eng., dalam wawancara eksklusif.
Peran Kerjasama Industri dan Penelitian
Salah satu faktor kunci keberhasilan Program Studi Perikanan adalah keterlibatan aktif dalam ekosistem industri perikanan lokal dan nasional. Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Kendari telah menjalin kerjasama dengan lebih dari 40 mitra industri, mulai dari perusahaan perikanan tangkap, pembudidayaan ikan (akuakultur), hingga industri pengolahan hasil perikanan.
Melalui kerjasama ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan magang langsung di industri, memungkinkan pembelajaran experiential yang kaya dan relevan. Selain itu, industri juga terlibat dalam pengembangan kurikulum, memastikan bahwa konten pembelajaran selalu selaras dengan kebutuhan tenaga kerja terkini.
Dalam aspek penelitian, Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Kendari telah meningkatkan output penelitian secara signifikan. Pada tahun 2025, terdapat 67 penelitian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa, menghasilkan 124 publikasi di jurnal nasional dan internasional. Beberapa penelitian fokus pada isu-isu strategis seperti diversifikasi hasil perikanan berkelanjutan, restorasi ekosistem mangrove dan terumbu karang, serta pengembangan pakan ikan berbasis bahan lokal.
Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Perikanan, Dr. Hendra Setiawan, S.Pi., Ph.D., menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan pembangunan maritim Sulawesi Tenggara. “Kami tidak hanya meneliti untuk publikasi, tetapi penelitian kami dirancang untuk memberikan solusi konkret bagi pengembangan industri perikanan lokal. Misalnya, penelitian kami tentang akuakultur berkelanjutan telah diadopsi oleh lebih dari 15 kelompok pembudidaya ikan di Kendari dan sekitarnya,” ujar Dr. Hendra.
Dampak Akreditasi Unggul Terhadap Mahasiswa dan Lulusan
Akreditasi unggul membawa dampak nyata bagi mahasiswa dan lulusan Program Studi Perikanan Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, status akreditasi ini meningkatkan kredibilitas gelar yang dimiliki lulusan di mata industri dan institusi pendidikan lanjutan. Lulusan Program Studi Perikanan dengan akreditasi unggul akan lebih mudah diterima untuk melanjutkan studi di program magister dan doktor terkemuka, baik di universitas Indonesia maupun luar negeri.
Kedua, daya saing lulusan di pasar tenaga kerja meningkat signifikan. Data alumni menunjukkan bahwa 92 persen lulusan Program Studi Perikanan Universitas Muhammadiyah Kendari terserap dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus, dengan rata-rata gaji awal 4,5 juta rupiah per bulan. Beberapa lulusan bahkan langsung direkrut oleh perusahaan perikanan multinasional dan lembaga penelitian internasional.
Ketiga, mahasiswa saat ini mendapatkan manfaat langsung dari peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan dosen yang lebih kompeten, fasilitas lebih modern, dan kurikulum lebih relevan, mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan industri. Testimoni dari beberapa mahasiswa angkatan 2024 menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap kualitas pembelajaran dan dukungan akademik.
“Saya sangat bangga menjadi mahasiswa di Fakultas Perikanan yang sekarang terakreditasi unggul. Fasilitas laboratoriumnya modern, dosen-dosennya berpengalaman, dan ada banyak kesempatan magang di industri. Saya yakin bahwa gelar saya akan diakui secara internasional,” kata Siti Nurhamasah, mahasiswa tingkat akhir Program Studi Perikanan, dalam testimoni yang direkam saat pengumuman akreditasi.
Tantangan dan Komitmen Berkelanjutan
Meski telah meraih akreditasi unggul, Universitas Muhammadiyah Kendari menyadari bahwa pencapaian ini bukan akhir dari perjalanan peningkatan mutu. Sebaliknya, akreditasi unggul menjadi titik tolak untuk komitmen berkelanjutan dalam peningkatan standar pendidikan.
Tantangan ke depan yang diidentifikasi meliputi peningkatan investasi dalam penelitian dan pengembangan, ekspansi kerjasama internasional, dan penguatan kapasitas dalam bidang teknologi digital dan kecerdasan buatan. Selain itu, Universitas Muhammadiyah Kendari juga berkomitmen untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan berkualitas bagi mahasiswa dari daerah terpencil dan ekonomi lemah melalui program beasiswa yang lebih luas.
“Akreditasi unggul adalah amanah bagi kami untuk terus meningkatkan diri. Kami tidak akan berhenti berinovasi. Dalam lima tahun ke depan, kami menargetkan untuk memiliki tiga program studi dengan akreditasi unggul, serta meningkatkan volume penelitian berkualitas internasional sebesar 150 persen,” tegas Rektor Bambang Suryanto.
Perspektif Stakeholder dan Industri
Respons positif juga datang dari stakeholder industri dan pemerintah daerah. Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian Pemprov, mengapresiasi pencapaian Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai kontribusi nyata bagi pengembangan sumber daya manusia di sektor kelautan.
“Akreditasi unggul untuk Program Studi Perikanan Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki institusi pendidikan yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Ini sangat penting mengingat potensi maritim kita yang luar biasa. Kami berharap lulusan Program Studi Perikanan dapat menjadi agen perubahan dalam industri perikanan lokal,” ujar Asisten Perekonomian Pemprov, pada acara pengumuman akreditasi.
Dari sektor industri, Ketua Asosiasi Pengusaha Perikanan Kendari, Ir. Suryanto Hartono, juga memberikan apresiasi. “Kami sangat membutuhkan tenaga kerja berkualitas tinggi di industri perikanan. Akreditasi unggul Program Studi Perikanan Universitas Muhammadiyah Kendari adalah kabar baik bagi kami. Kami siap meningkatkan kerjasama dan memberikan kesempatan magang dan rekrutmen yang lebih luas kepada mahasiswa dan lulusan program studi ini,” kata Suryanto Hartono.
Penutup: Momentum untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Pencapaian Universitas Muhammadiyah Kendari dalam meraih akreditasi unggul untuk Program Studi Perikanan mencerminkan dedikasi mendalam terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi. Melalui investasi terukur dalam sumber daya manusia, infrastruktur, dan kerjasama strategis, universitas telah membuktikan bahwa institusi pendidikan di daerah dapat mencapai standar excellence yang diakui secara nasional.
Ke depan, momentum ini diharapkan dapat menginspirasi program-program studi lain di Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus meningkatkan standar mereka. Selain itu, pencapaian ini juga menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berkualitas tinggi dapat diakses tidak hanya di Jawa, tetapi juga di daerah-daerah yang secara geografis lebih terpencil namun memiliki potensi ekonomi strategis.
Dengan akreditasi unggul ini, Universitas Muhammadiyah Kendari siap melangkah ke fase selanjutnya dalam perjalanan institusionalnya, senantiasa berkomitmen untuk menghasilkan lulusan berkualitas yang dapat berkontribusi maksimal bagi pembangunan bangsa, khususnya di sektor kelautan dan perikanan yang strategis bagi masa depan ekonomi maritim Indonesia.
—
Catatan Redaksi: